|
Bersamaan waktunya dengan instalasi dan pembaharuan data Media Informasi Publik di Kendari yang dilakukan pada tanggal 21 Januari 2010, staff CTC EIRTP-2 memanfaatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke lokasi paket EIBR-105 (Jembatan Aepodu). Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi saat ini (eksisting) dari jembatan yang tertunda pembangunannya karena pada tender pertama tahun 2008 belum ada rekanan yang memenuhi kualifikasi. Saat ini, proses review terhadap Laporan Evaluasi Lelang telah selesai dilakukan dan menunggu persetujuan pemenang. Perjalanan menuju ke lokasi proyek yang berjarak sekitar 60 km dari Kendari dan melewati daerah pegunungan yang berfungsi sebagai kawasan lindung tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam. Pada sebagian seksi ruas jalan menuju lokasi proyek sedang ada aktivitas perbaikan/pelebaran jalan. Terdapat sejumlah tikunganyang cukup tajam, sehingga para pengemudi kendaraan perlu kehati-hatian ekstra khususnya karena pada bagian ruas jalan tertentu ditumbuhi semak belukar yang mengganggu penglihatan para pengendara. Pada sisi sebelah Selatan jembatan terlihat pondasinya retak, dan juga tampak penurunan permukaan jembatan sehingga tinggi sandaran jembatan bagian kiri dan kanan tidak simetris. Akibat penurunan ini, terdapat perbedaan tinggi sandaran sekitar 50 cm. Jembatan ini sendiri dibangun pada tahun 1982 menggunakan dana APBD. Menurut informasi yang didapat dari masyarakat, Sungai Aepodu pernah mengalami banjir, dan tampak telah terpasang bronjong sepanjang kurang lebih 25 meter disebelah Barat lokasi jembatan. Memperhatikan kondisi yang ada, bahwa retakan terjadi pada sisi sebelah Timur sementara arah aliran sungai dari sebelah Barat. Pembangunan belum dimulai, namun diharapkan Informasi ini menjadi masukan penting bagi Kontraktor yang memenangkan tender ulang, agar pembangunan jembatan di atas Sungai Aepodu berkualitas yang baik sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak. |